belum ada judul (lagi)

Bagimu adakah yang sempurna ketika dedauan luruh

pada lembutnya angin yang memanggil..

memalingkan dusta yang ditoreh oleh harap mu,

lalu kau tautkan do’a  ditiap jatuhnya, seolah hari terakhir dihadapmu..

 

tak lekang purnama kau pilih pada bayang yang sama..

mengertikah, berkali kau ulas tak ada yang terbahas..

 

kini terjawabkah?

Pada ayunan tangan yang tak bergenggam

Pada langkah kaki gontai tak berarah..

 

Kelam paksa kau tuk membayangkan

Rona pagi yang menari-nari

Suntuknya malam nan kian berteman..

 

Sekali lagi dan berulang lagi,

Kau berlari, tak janji kan berhenti..



Leave a comment »

tidak ada judul ^^

ku ceritakan hari ini,

menguak ada mu pada detik yang menuakan hidup ku..

Berlanjut pada penjagaan dan kekhawatiran yang semakin bias tak terelakkan,

Andai mampu, kelu yang membahasakan..

Ragu jangan kau jadikan teman sepi mu

 

Aku tak pernah berdiri di persimpangan

Aku yakin ada mu,

walau entah pada jalan yang mana kau hantarkan mimpi-mimpi mu..

ku menunggu..

 

 

 

^30 March 2011

11.13

Jam seni budaya :p

Leave a comment »

akhirnya..

alhamdulillah genap 3 minggu sudah aq kuliah.. (matrikulasi dink..he..) akhirnya.. keinginan untuk belajar lagi di kehidupan kampus telah aq jalani.. walaupun tak sama dengan idealisme ku dulu.. yang inginnya  di jogja atau di jerman..huft..

idealisme itu dulu benar2 mhabiskan memori otak ku, bagaimana caranya aku kuliah, di universitas apa, bagaimana cuti kerja dan tentu soal biaya kuliah dan kost serta ini itu yang cukup membuat ku stress.. padahal sama sekali belum aq jalani..ckckck..

ingat itu aq tersenyum2 sendiri, lucu juga.. menghabiskan mimpi hanya di angan2 tanpa ikhtiar pasti..

so here i am.. ^_^

di kelas yang anak2 mudanya bs di hitung dengan jari.. yang gedungnya begitu tua..tampaknya beda2 tipis usianya dengan teman2 kelas ku..he..

Lantas mengapa tak d jogja??

aku yakin Allah mempersiapkan ini semua dengan proses yang indah pada akhirnya..

tak bisa lanjut kuliah langsung saat lulus S1 krna wajib pulang; mama sakit.. beberapa bulan di kampung halaman, subhanallah akhirnya malah lulus PNS..

dinas tahun pertama tak d izin kan kuliah oleh atasan karna alasan yang tak bs ku pahami..dan kini akhirnya.. malah kuliah dsaat rezeki orangtua ku berlebih..

subhanallah..Allah memang kaya akan skenario yang begitu jauh dari jangkauan fikir manusia..

selain itu, ada juga beberapa teman yang menuding kuliah ku ini hanya untuk prestise atau skedar menambah gelar dbelakang nama atau juga untuk tambahan poin jika nanti aku sertifikasi..

astagfirullah.. aku menunggu saat ini bahkan sbelum S1 ku lulus.. saat belum menjamah skripsi, aq bahkan sudah terbayang bagaimana kelak tesis ku nanti.. aku suka belajar, dan aku yakini itu adalah salah satu hobby ku.. senang melihat dosen menerangkan materi kuliah hingga aku terbengong-bengong terpukau..dan mengigau lirih dalam hati..masyaAllah begitu dangkalnya wawasan ku..

Saat bertemu dengan kenalan lama, aku paling ingin tau “apa dia melanjutkan kuliahnya lagi” dari pada bertanya “sudah punya anak berapa??”

jika membaca biografi orang2 ternama, aku paling suka membaca latar belakang pendidikannya dan buku2 apa saja yg pernah ia tulis..

saat bertemu teman atau dosen yang bergelar akademik banyak, aku paling suka saat ia bercerita dimana ia kuliah dan bagaimana ia melanjutkan kuliahnya hingga bisa bergelar seperti ini: Prof. DR. Riana Rahmawati, M.Pd. MA, PhD

hehehe..contoh yang aneh..tapi tolong diaminkan ya..AMIN.. /(^_^)\

yah akhirnya..kini aku kuliah d PASCA SARJANA UNJA JURUSAN MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN..

yah aku bangga, walaupun kembali lagi beberapa teman mencibir.. koq UNJA sih??kan ini..kan itu..ah..aku hanya tersenyum, percuma menghabiskan waktu dengan statement2 konyol..

AKU INGIN BELAJAR dan UNJA adalah KAMPUS TEMPAT BELAJAR.. so what??

d UNJA saja aku merasa seperti orang kerdil yang hanya tau angka NOL.. berbinar2 mataku tiap materi perkuliahan..sama seperti S1 ku dulu d jogja..walaupun tergagap2 mencoba mengerti dan memahami inti perkuliahan ini dan itu..itu bung nyang namanya BELAJAR!!

akhirnya.. sekarang aku yang bertanya..yang mengejar prestise, saya atau anda??

alhamdulillah akhirnya kuliah juga.. /(^_^)\

 

Leave a comment »

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

 

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

 

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

==========

Sumber:

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

 

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/

Leave a comment »

belom ada judulllss..

Pada tepian rindu kau menggelayut manja pada sepi mu

Menangisi ratap yang dulu pernah kau sentuh..

Beginikah hidup mengajari, bertuan pada sombong dan angkuhnya pilu..

Arti pada masa itu, sebentar saja menjadi lalu..

 

Semburat kosong tanpa makna,

Tanpa cerita..

Namun ada!

 

Layak kah meniadakan?

Padahal merona akhir cerita..

Berpelukan, bersenandung dan tak mengelakkan..

Bahwa ini yang kau inginkan..

Kau rajut dalam kusutnya  perasaan..

Ah jadinya benar-benar begitu indah..

Dan kau suka.. yah jujur lah bahwa kau suka..

 

 

^oret2 pas ngawas ujian UAS selasa 22 Maret 2011

Bersyukur..bersyukur dan bersyukur.. begitu berlebih hikmah yg Engkau beri ya Allah.. sungguh lebih banyak dari yang aku sendiri inginkan..dan itu membuat ku malu padaMu bahwa nikmat di akhir cerita sungguh membuat aku suka..suka akan janjiMu.. suka akan proses hidup yang mendewasakan ku.. sungguh aku suka itu..terimakasih Rabbi.. ^_^

Leave a comment »

utk seorang adik..

adalah langit yg membiru, menggurat putih berbarut merah pada senja..lantas letak kan rindu itu pada paduan di semua warnanya.. maka yg kau temukan pasti lah keindahan yang tak lama..

itu lah kita yg sbenarnya, mengais keindahan pada masa yg hanya sbentar sja..

coba kini kau penuhi ia dg corak pelangi dsetiap sudut ingatannya, pd setiap langkah yang kau punya, pd setiap mimpi yg drajut bersama..kelak pesonanya adalah surga..buahnya adalah cinta..kan kau temui nantinya..sungguh akan indah nantinya..

 

^dedicate to v3.. /(^_^)\

Leave a comment »

lanang..

lanang..adik ku..

umurnya 2 thn dbawahku.. tapi karakter “manusia dewasa” yg lanang miliki jauh di atas ku, bahkan jauh pula dari kakak pertama ku..

ketika mama d rawat d rumah sakit, lanang yg mengurus semuanya.. nyari kamar yg nyaman utk mama, nyari darah k PMI n sms k teman2nya minta bantuan info darah atw ikut begadang d RS jagain mama.. plus ini itu utk biaya RS..

saat kakak pertama ku menikah jg begitu..lanang ikut berpartisipasi dengan tenaga jg tabungannya.. dan saat abang ku menikah, lagi2 lanang turut serta..

belum lg saat kakak ku tiba2 butuh biaya yg sangat besar, lanang menggadaikan motor gede-nya..bukan kakak ku yg mbayar cicilan..malah lanang tiap bulan -tanpa kakak ku ketahui- mlunasi pinjaman itu..

byk hal sdh lanang lakukan utk keluarga ini, semua keputusan, apalg yg bkaitan dg keuangan..mesti lanang jd konsultan yg paling utama.. dan pemberi pandangan yg solutif..keren!!

kami kakak2nya yg jg sdh berkerja paling punya tabungan berjumlah “seadanya”.. beda dg lanang.. ia bahkan sudah pnya tanah!! waawww..!!

ah lanang..kadang aq malu dengan sikap dewasanya, ketenangannya menghadapi masalah dan persiapannya utk masa tua..

huft.. aq benar2 merasa seperti adiknya, bukan kakaknya…

saat ini, lanang akan membantu ku.. berpartisipasi utk masa depan ku..bukan..bukan..soal biaya pernikahan.. -wah..belum lahhh..- tp untuk biaya S2 ku..

aku yg berkeinginan besar utk mlanjutkan kuliah, bertimpangan dg pemasukan gaji dn tabungan ku.. uang masuk sj nyaris 10jt.. dan pasti surut lah keinginan itu.. mencoba membingkainya dalam mimpi2 sj..

namun lanang.. laki2 muda dg pikiran dewasanya, memompa semangat ku.. “daftar ja, nanti aq yg bayar yuk”

masyaAllah lanang.. tentu saja aq terpaku, senang..sedih..bercampur mjadi satu..

ah lanang, mimpi ku yg ke sembilan ini ..insyaAllah akan tertunaikan krna Allah menganugerahkan padamu manajeman hidup yg sarat akan kbermanfaatan utk keluarga mu..

^thx y dek, suatu saat gantian.. do’akn rezeki ayuk lancar jaya.. /(^_^)\

dedicate to my brother, MNK.. luv u so..

Comments (1) »

sampai kapan??

sabdaMu menghantam kuat jiwa ku..

tuturMu luluh lantakkan raga ku..

terpuruk aku, dalam angkuh hidupku..

kelam rindu ku, bisu..membatu..

rasa menghilang, menguap pada apologi basi,

rapuhkan benteng diri..

tanya terjawab,

namun tetap tak bergerak..

kau apakan hati?

keruh telah pilu mu..

mengapa tak kau cari tau??

sunyi, layaknya raga tak lagi berpenghuni..

kau mau bertahan, memupuk awan hitam??

menyembunyikan hampa yang tak bisa kau lawan..

sampai kapan..sampai kapan??

Leave a comment »

IKHLASSUNNIYAH

TUJUAN :

· Peserta memahami makna ikhlassunniyah baik secara bahasa maupun istilah
· Peserta memahami pentingnya ikhlassunniyah dalam beramal
· Peserta mengetahui cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas

RINCIAN BAHASAN
Secara bahasa ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/murni. Sedangkan niat berarti al-qoshdu artinya, maksud atau tujuan. Ikhlassunniyah berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah azza wajalla sebagai tujuan dalam berbuat. Allah telah memerintahkan kita untuk ikhlas dalam beramal dan beribadah kepadanya seperti yang tercantum dalam QS.98:5; 7:29; 18:110.

Pentingnya Ikhlassunniyah

1. Merupakan ruhnya amal karena seperti badan yang tidak ada ruhnya, maka tanpa ikhlas amal; sebagus apapun tidak ada artinya.
2. Salah satu syarat diterimanya amal. “Allah azza wajalla tidak menerima amal kecuali apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhoannya semata” (HR. Abu Daud dan Nasai)
3. Syarat diterimanya amal atau perbuatan:
· Bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya
· Ikhlas dalam berniat
· Sesuai dengan syariat Islam(al-Qur’an dan Sunnah)
4. Penentu nilai/kualitas suatu amal (QS.4:125),”Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrah menuju ridho Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa berhijrah kepada dunia (harta atau kemegahan dunia) atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.”(HR.Bukhari- Muslim)
5. Mendatangkan berkah dan pahala dari Allah (QS.2:262; 4:145-146).

Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas

1. Mengetahui arti keikhlasan dan urgensinya dalam beramal
2. Menambah pengetahuan tentang Allah swt dan hari kiamat. Dengan mengetahui ilmu tentang-Nya, maka seseoang mengenal Allah swt dengan sebenar-benarnya tentulah tidak akan berani berbuat syirik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya di dalam niatnya). Ia juga akan mempertimbangkan amal-amalnya dan balasannya nanti di akhirat.
3. Memperbanyak membaca/berinteraksi dengan al-Qur’an, karena al-Quran adalah penyembuh dari segala penyakit dalam dada (QS.10:57) termasuk penyakit riya, ujub, dan sum’ah.
4. Memperbanyak amal-amal rahasia, sehingga kita terbiasa untuk beramal karena Allah semata tanpa diketahui orang lain.
5. Menghindari / mengurangi saling memuji, karena dengan pujian terkadang orang jadi lalai hatinya dan menjadi sombong.
6. Berdoa, dengan tujuan agar selalu diberi keikhlasan dan dijauhi dari syirik. Doa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw : “Allahumma innii a’udzubika annusyrikabika syaian a’lamuhu wa astaghfiruka lima laa a’lamuhu.” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari syirik kepada-Mu dalam perbuatan yang aku lakukan dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak aku ketahui.)

DISKUSI
Suatu ketika di sebuah kereta, Amin akan memberikan infaq kepada pengurus masjid yang mengumpulkannya lewat kotak-kotak yang disodorkan kepada para penumpang. Ketika kotak itu hampir mendekati tempat duduknya, ia mengurungkan niatnya memberikan infaq, karena takut riya kepada orang-orang di sekitarnya. Bagaimana menurut pendapatmu? Tepatkah yang dilakukan Amin tersebut?

REFERENSI

· Imam al-Ghazali,Ibnu Razab al-Hambali,dan Ibnu Qoyyim al-Jauziyah,Pembersih Jiwa, Pustaka.
· Ibnu Taimiyah, Etika beramar ma’ruf nahi munkar,GIP.
· Panduan Aktivis Harokah,hal.42,al-ummah.

Meninggalkan AMAL karena manusia adalah riya.

Beramal karena manusia adalah syirik.
IKHLAS beramal adalah yang selamat dari keduanya.”
(Fudhail bin ‘Iyadh)

 

Leave a comment »

TAWAZUN

TUJUAN :

· Peserta memahami makna dan hakikat tawazun
· Peserta mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri manusia dan kebutuhan-kebutu-hannya
· Peserta mengetahui contoh-contoh manusia yang tidak tawazun

RINCIAN BAHASAN
Tawazun artinya seimbang. Allah telah mengisyaratkan agar kita hidup seimbang, sebagaimana Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan. (QS.67:3)
Manusia dan agama Islam kedua-duanya merupakan ciptaan Allah yang sesuai dengan fitrah yang telah Allah tetapkan. Mustahil Allah menciptakan agama Islam untuk manusia yang tidak sesuai dengan fitrah tersebut (QS.30:30). Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia itu diciptakan sesuai dengan fitrah Allah yaitu memilki naluri beragama (agama tauhid : al-Islam) dan Allah menghendaki manusia untuk tetap dalam fitrah itu. Kalau ada manusia yang tidak beragama tauhid, itu hanyalah karena pengaruh lingkungan (Hadits,”Tiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (Islam) orangtuanyalah yang menjadikan ia sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”).
Sesuai dengan fitrah Allah,manusia memiliki tiga potensi, yaitu al-jasad (jasmani), al-aql (akal), dan ar-ruh (ruhani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Perintah untuk menegakkan neraca keseimbangan ini dapat dilihat pada QS.55:7-9.

Ketiga potensi ini membutuhkan makanannya masing-masing, yaitu sbb :

1. Jasmani
Jasmani atau fisik adalah amanah dari Allah swt,karena itu harus kita jaga . Dalam sebuah hadits dikatakan ,”Mu’min yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mu’min yang lemah.”(HR.Muslim), maka jasmani pun harus dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik) (QS.80:24,2:168), beristirahat (QS.78:9), kebutuhan biologis (QS.30:20-21) dan hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat.

2. Akal
Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardhi (wakil Allah di atas bumi) (QS.2:30;33:72). Kebutuhan akal adalah ilmu (QS.3:190) untuk pemenuhan sarana kehidupannya.

3. Ruh (hati)
Kebutuhannya adalah dzikrullah (QS.13:28;62:9-10). Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting, agar ruh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.

Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan ni’mat Allah, karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala ketawazunan akan menempatkan umat Islam menjadi umat pertengahan / ummatan wasathon (QS.2:143), yaitu umat yang seimbang.

Kebahagiaan pada diri manusia itu dapat berupa:

· Kebahagiaan bathin/jiwa, dalam bentuk ketenangan jiwa (QS.13:28)
· Kebahagiaan dzahir/gerak, dalam bentuk kesetabilan, ketenangan ibadah, bekerja dan aktivitas lainnya.

Dengan menyeimbangkan dirinya, maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri ni’mat Allah. Hamba/manusia seperti inilah yang disebut manusia seutuhnya.

Contoh-contoh manusia yang tidak tawazun

· Manusia Atheis: tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar).
· Manusia Materialis: mementingkan masalah jasmani/materi saja.
· Manusia Pantheis (kebatinan): bersandar pada hati/batinnya saja.

DISKUSI

1. Banyak artis yang hidup dengan kemewahan, namun akhirnya dia mati bunuh diri akibat over dosis obat-obatan terlarang (NAZA). Menurut kamu, apa sebenarnya arti kebahagiaan itu?
2. Sejujurnya, apakah kamu selama ini sudah hidup seimbang?
3. Coba diskusikan dengan temanmu, usaha-usaha apa saja yang sudah dan akan kamu lakukan agar hidup kamu seimbang?

REFERENSI

· Al-Qadiry, Seimbanglah dalam Beragama,Jakarta:GIP

 

 

Penyusun Materi:
Tim Forum Komunikasi Muslim Alumni SMA Negeri 1 Bogor

Sponsor:
ILNA Youth Center

Converting Help / eBook:
@Rus Inc.
Web Blog:
http://mentoring.blog.m3-access.com/
E-mail:
didi_qmt@yahoo.com

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.