Archive for Motivasi

ya Tuhan ku, mengapa Engkau tidak menolong ku??

Ada seorang laki – laki yang tinggal di dekat sebuahsungai. Bulan – bulan musim penghujan sudahdimulai.Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintikmaupun hujan lebat.Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujanturun deras agak berkepanjangan, permukaan sungai semakinlama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa.

Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang – orang sudahbanyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalaupermukaan air semakin tinggi.Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi,lelaki tersebut tampak tenang tinggal di rumah. Akhirnyadatanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelakitersebut.“Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakintinggi”, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut.Si lelaki menjawab: “Tidak, terima kasih, anda terus sajamenolong yang lain. Saya pasti akan diselamatkan Tuhan. Sayaini kan sangat rajin berdoa.”Setelah beberapa kali membujuk tidak berhasil, akhirnya truktersebut melanjutkan perjalanan untuk menolong yang lain.Permukaan air semakin tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1.5meter. Lelaki tersebut masih di rumah, duduk di atas almari.

Datanglah regu penolong dengan membawa perahu karet danberhenti di depan rumah lelaki tersebut.“Pak, cepat kesini, naik perahu ini. Keadaan semakin tidakterkendali. Kemungkinan air akan semakin meninggi.Lagi-lagi laki-laki tersebut berkata: “ Terima kasih, tidak usahmenolong saya, saya orang yang beriman, saya yakin Tuhan akanselamatkan saya dari keadaan ini.Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawalelaki tersebut.

Perkiraan banjir semakin besar ternyata menjadi kenyatan.Ketinggian air sudah sedemikian tinggi sehingga air sudahhampir menenggelamkan rumah-rumah disitu. Lelaki itunampak di atas wuwungan rumahnya sambil terus berdoa.Datanglah sebuah helikopter dan regu penolong. Regupenolong melihat ada seorang laki-laki duduk di wuwunganrumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atasterdengar suara dari megaphone: “ Pak, cepat pegang tali itudan naiklah kesini. “, tetapi lagi-lagi laki-laki tersebut menjawabdengan berteriak: “Terima kasih, tapi anda tidak usah menolongsaya. Saya orang yang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pastiakan menyelamatkan saya”.Ketinggian banjir semakin lama semakin naik, dan akhirnyaseluruh rumah di daerah tersebut sudah terendam seluruhnya.

Bagaimana nasib lelaki tersebut?Lelaki tersebut akhirnya mati tenggelam.Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulaiberbicara bernada protes: “Ya Tuhan, aku selalu berdoa padamu,selalu ingat padamu, tapi kenapa aku tidak engkau selamatkandari banjir itu?”Tuhan menjawab dengan singkat: “Aku selalu mendengar doa-doamu,untuk itulah aku telah mengirimkan truk, kemudianperahu dan terakhir pesawat helikopter. Tetapi kenapa kamutidak ikut salah satupun?……………

Sebuah cerita menarik. Demikian juga dalam kehidupan kita,kita bekerja dan selalu melakukan doa kepada Allah s.w.t. DanAllah sudah sering mengirimkan “truk”, “perahu”, dan “pesawat”kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya

.=================================================

Sumber artikel, dari buku:Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 282-284. ISBN 978-6028-686-938.

Leave a comment »

Memahami Mengapa Wanita Menangis..

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

 

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

 

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

 

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

 

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

 

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

 

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

 

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

 

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

 

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”. (Eramuslim)

Leave a comment »

Jikalah akan menjadi masa lalu..

Jikalah DERITA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, Sedang KETEGARAN akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah KESEDIHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa tidak DINIKMATI saja, Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah LUKA dan KECEWA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, Sedang KETABAHAN dan KESABARAN adalah lebih utama.

Jikalah KEBENCIAN dan KEMARAHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa, Sedang MENAHAN DIRI adalah lebih berpahala.

Jikalah KESALAHAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya, Sedang TAUBAT itu lebih utama.

Jikalah HARTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri, Sedang KEDERMAWANAN justru akan melipat gandakannya.

Jikalah KEPANDAIAN akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia, Sedang dengannya manusia diminta MEMIMPIN dunia agar sejahtera.

Jikalah CINTA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama, Sedang MEMBERI akan lebih banyak menuai arti.

Jikalah BAHAGIA akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti dirasakan sendiri, Sedang BERBAGI akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah HIDUP akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka, Sedang begitu banyak KEBAIKAN bisa DICIPTA.

Suatu hari nanti, SAAT SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU aku ingin ada diantara mereka, Yang beralaskan di atas permadani sambil bercengkerama dengan tetangganya, Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu, Hingga mereka mendapat anugerah itu.

”Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang ku terima di sini.” ”Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulangi lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia.”

Suatu hari nanti, KETIKA SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU, aku tak ingin ada di antara mereka, yang berpeluh darah dan berkeluh kesah, andai di masa lalu mereka adalah tanah saja. ”Duhai! Harta yang dahulu ku kumpulkan sepenuh raga, ilmu yang ku kejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak ku buat menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkan ku kini?” ”Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu ku jalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus ku arungi kini.

Mengapa aku dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?” “Pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ia ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb.” Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun.”

(HR Muslim 5018) Oleh : Yuni Lisnawati ( e-Book Motivasi.exe — Tafakur)

Leave a comment »

Tentang lantunan do’a..

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis :
Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:
Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah,
agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal,beri aku rizki untuk itu ya Allah.

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah:
Ya Allah.. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja:
Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang mengkhawatirkanku.Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum.

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa:
Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet,bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku.

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata :

Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah? Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik? Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu. Jangan egois begitu masak engkau ingin anak yang sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. Tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku. Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?prestige? atau engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?
Engkau juga harus belajar,
Engkau juga harus bermoral Islami,
Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya.
Bagaimana engkau dapat menahan anakmu
Tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku.
Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,
seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.
Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.
Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.
Aku yang memiliki dia saja,
Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.
Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku.
Aku tetap mencintainya.
Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu,
Berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.

^^Lantas aku malu dengan imajinasiku sendiri…
Aku malu Aku malu akan tuntutanku..

Astagfirullahaladzim..

Leave a comment »

surat cinta untuk orang pilihan

Ikhwah… Berhentilah sejenak. Duduklah. Hirup kuat-kuat udara, lalu hembuskan kembali dengan perlahan. Sesungguhnya kita butuh beristirahat. Butuh melonjorkan kaki sejenak. Butuh air dingin walau seteguk. Dan butuh berhenti untuk mendapatkan kekuatan kembali.

Ikhwah… Tahulah betapa pegalnya kaki-kaki kalian menapaki jalanan ibukota dalam aksi-aksi yang digelar. Tahulah betapa sesaknya nafas kalian. Menyuarakan kebenaran di hadapan kedzhaliman penguasa. Tahulah betapa sengat mentari telah membuat kulit kalian kian legam. Dan tak terkata deras peluh yang mengucur. Tak terkira berapa rupiah telah terpakai. Tak terhitung waktu yang berjalan melewati rapat-rapat yang melelahkan. Pengorbanan antum, yaa ikhwah fillah…, cukuplah ALLAH yang akan membalasnya…

Ikhwah…Dalam peristirahatan ini, mari sama-sama kita renungkan, siapa sebenarnya diri kita. Apa hakikat kita wahai ikhwah? Siapa kita hingga menyangka kitalah yang terbaik di antara semua? Siapa kita hingga sesumbar bahwa kita-lah yang lebih tahu dari yang lainnya?

Ikhwah… Banyak-banyaklah beristighfar. Kita boleh bangga karena ALLAH telah memasukkan kita ke dalam barisan ini. kita harus bersyukur bahwa tak semua orang bisa terpilih. Ya, kita adalah manusia pilihan. Yang tak sembarang menerima pembelajaran. Yang tak asal-asalan diikutsertakan. Kita boleh bangga, ikhwah. Sebab kita lah orang-orang pilihan…

Ikhwah… Tundukkan dalam-dalam wajah dan hatimu di hadapan-Nya. Hakikat orang-orang pilihan bukanlah berarti kita bisa menyombongkan diri. Predikat orang-orang pilihan tidaklah bermakna kita bisa memandang rendah semuanya. Orang-orang pilihan bukanlah yang petantang-petenteng menganggap yang lainnya tak bisa apa-apa. Tapi orang-orang pilihan, wahai Ikhwah…, adalah yang mampu menerima amanah sebesar dan seberat apapun. Orang-orang pilihan adalah yang selalu merendah hati, ibarat bulir padi yang semakin merunduk kala ia matang. Orang-orang pilihan adalah yang selalu berusaha meluruskan kesalahan, pun tak marah kala ia diingatkan. Orang-orang pilihan adalah yang dapat dipercaya, yang kuat dan tegar menghadapi rintangan, dan selalu berpikir positif bahwa semua ini bukanlah beban. Orang-orang pilihan adalah yang sanggup membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar orang yang dipilih dengan tidak sembarangan.

Ikhwah… Adakah kita benar-benar merupakan orang-orang pilihan? Orang-orang yang dpat dipercaya mengemban amanah, yang bumi serta gunung-gunung enggan untuk menerimanya? atau jangan-jangan kita telah tertipu oleh panggilan itu? Jangan-jangan tanpa sadar kita terjebak label dan telah merasa cukup hebat dengan itu semua? Jangan-jangan kita menyangka telah berbuat baik, sementara tak setitikpun perbuatan kita bernilai di sisi Allah? Katakanlah, “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi 103-104) Na’udzubillaahi min dzaalik.

Ikhwah…, Predikat itu tidaklah boleh membuat kita kemudian merasa aman dari azab ALLAH. Sapaan itu tidaklah mengesahkan bahwa kita boleh bersantai-santai. Label orang-orang pilihan bukanlah legitimasi bahwa kita sah-sah saja berbuat seenaknya, berlaku sombong dan merendahkan yang lainnya.

Padahal Ikhwah…, siapa tahu di luar sana ternyata jauh lebih banyak orang yang layak mendapat predikat itu? Siapa mengira bahwa mungkin saja label ini dapat menjadi fitnah dan bumerang bagi diri kita di kemudian hari?

Maka Ikhwah…, Teruslah merenungi hakikat orang-orang pilihan itu. Janganlah berhenti memuhasabah diri sebelum semuanya terlambat. Dan senantiasalah dekatkan jiwamu pada Penguasa yang menggenggamnya. Orang-orang pilihan harus bisa membuktikan bahwa ia memang layak mendapat predikat itu. Orang-orang pilihan harus mampu menunjukkan keoptimalan usahanya. Orang-orang pilihan tidak boleh men-judge yang lain seenaknya, menganggap rendah, bahkan merasa dirinya yang paling baik. Orang-orang pilihan bukanlah barisan penggembira yang tak mau bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat. Bukan yang keasyikan bercanda, lepas tertawa-tawa, dan menganggap enteng apa yang sudah di taklifkan kepadanya. Bukan… bukan seperti itu orang-orang pilihan,

Ikhwah… Orang-orang pilihan adalah yang tak pernah mengeluhkan jauhnya perjalanan. Orang-orang pilihan adalah yang tak cepat berputus asa ketika menghadapi rintangan dan ancaman. Orang-orang pilihan adalah yang tegar ketika cobaan-Nya diturunkan. Orang-orang pilihan adalah yang selalu mengkritisi kezhaliman dan kesalahan, tapi sekaligus juga tak pernah keberatan ketika mendapat teguran dan kritikan.

Ikhwah…, Renungkanlah. Adakah kita benar-benar layak menjadi orang-orang pilihan itu? Mari, jawab saja dengan pembuktian. Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak ALLAH akan mendatangkan suatu kaum yang ALLAH mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang yang kafir, yang berjihad di jalan ALLAH, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia ALLAH, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan ALLAH Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah : 54)

^saduran dari selembar kertas tanpa nama penulis— Bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kita lah yang membutuhkan dakwah. “BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!!” Teruntuk para aktivis yang tengah berjuang… IT’S TIME TO CONTRIBUTE !!

re said: kangenduniakampus.com

Leave a comment »

Aku, mati..

Perlahan, tubuhku ditutup tanah. Perlahan, semua pergi meninggalkanku. Masih terdengar jelas langkah2 terakhir mereka, Aku sendirian, di tempat gelap yg tak pernah terbayang, Sendiri, menunggu pertanyaan malaikat.. belahan hati, belahan jiwa pun pergi. Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aku bukan siapa2 lagi bagi mereka. Sanak keluarga menangis, sangat pedih, aku pun demikian, tak kalah sedih dan aku juga, Tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap & maaf pun tak bakal didengar, aku benar2 harus sendiri..

Ya ALLAH jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU. Utk Aku perbaiki diriku , Aku ingin memohon maaf pada mereka, yang selama ini telah merasakan zalimku, yg selama ini sengsara karena aku, tersakiti karena aku, aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan, yang bahkan kumakan..

Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta. Teringat kata2 kasar & keras yg menyakitkn hati mereka, Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu, Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku, menyenangkan saudara2ku.. Untuk sungguh2 beramal soleh. Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu lebih lama lagi..

Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali Mengapa kusia2kn saja waktu hidup yg hanya sekali itu?? Andai aku bisa putar ulang waktu itu. Aku dimakamkan hari ini & semua mnjadi tak termaafkan & semua menjadi terlambat & aku harus sendiri

Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan dipadang masyar… Ya RABB sampaikan salamku untuk sahabatku yg selalu mengingatkan ku akan hari terakhirku didunia…. Sesungguhnya sahabat yg terbaik yaitu sahabat yg mengingatkan ku akan hari disaat aku dipanggil.. Menghadap-MU..

Renungan, Andai aku dimakamkan hari ini

Leave a comment »

Jika aku..

^artikel apik yg sering d upload sm temen2 blogger.. sungguh do’a yg indah..aq sendiri g tw penulis asliny siapa..

“Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat..” begitu katanya..

so cekidottt >>

 

 

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

 

Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

 

 

^subhanallah.. ^_^

Leave a comment »

bukan hanya mama…inilah..PAPA…AYAH…ABAH

Dari milis tetangga, barangkali berguna..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara.Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata ”Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan ”Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjanaPapa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat ”putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa ”KAMU BISA” dalam segala hal..

HIDUP PAPA, AYAH, BAPAK, ABAH..

Dicopy from: Sofyan Nurdin (alumni mindfocus)

 

 

^re said: Dedicate to my pa, maaf telah begitu byk mengecewakan mu..always luv u..

Leave a comment »

be thankful..

Be thankful that you don’t already have everything you desire,
if you did, what would there be to look forward to?
–> Bersyukurlah karena engkau tidak memilki semua yang diinginkan,
Jika engkau memiliki semuanya, apalagi yang hendak dicari?

Be thankful when you don’t know something
For it gives you opportunity to learn
–> Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu,
karena itu memberi kesempatan kepadamu untuk belajar.

Be thankful for the difficult times
During those times you grow
–> Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang engkau hadapi
karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa

Be thankful for your limitations
Because they give you opportunities for improvement
–> Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki
karena hal itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri

Be thankful for each new challenge
Because it will build your strength and character
–> Bersyukurlah atas setiap tantangan baru
karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu

Be thankful for your mistakes
They will teach you valuable lessons
–> Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang engkau perbuat
karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga

Be thankful when you are tired and weary
Because it means you’ve made a difference
–> Bersyukurlah ketika engkau lelah dan tak berdaya
karena berarti engkau telah membuat suatu perbedaan

It easy to be thankful for the good things
A life of rich fulfillment comes to those who are also thankful for the setbacks
Gratitude can turn a negative into positive
Find a way to be thankful for your
Trouble and they can become your blessing
–> Adalah mudah untuk bersyukur atas hal-hal yang baik
Kehidupan yang bermakna adalah
bagi mereka yang juga bersyukur atas kesulitan yang dihadapi
Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif
Berusahalah bersyukur atas kesulitan yang engkau hadapi
sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah dirimu

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.